Tips Cara Memilih Bantal Bayi Yang Aman dan Nyaman

Untuk orang dewasa, memilih bantal untuk tidur mungkin tidak sesulit memilih bantal untuk bayi. Karena tengkorak bayi masih sangat rentan dan tidak simetris.


Jadi Anda harus pintar dan hati-hati dalam memilih bantal yang cocok untuk bayi anda. Perlu diingat bahwa tidak semua bantal baik untuk kesehatan bayi. Karena di pasaran, ada bantal yang sebenarnya berbahaya untuk bayi.

Untuk memberikan yang terbaik untuk bayi Anda, Anda harus membeli bantal terbaik untuk bayi. Dengan menggunakan bantal yang tepat, bayi bisa merasa nyaman dan tidur nyenyak.

Anda harus selalu memantau penggunaan bantal pada bayi. Jika Anda tidak bisa merawatnya, maka segera lepaskan bantal dari bayi.

Karena hal itu bisa membuat bayi akan sesak napas karena bantalnya sendiri. Apalagi bayi berusia 0 hingga 4 bulan tidak memiliki leher yang kuat untuk memegang kepala sendiri.

Sebelum membahas bantal yang cocok untuk bayi, tentu Anda sering mendengar tentang larangan bayi menggunakan bantal. Pada dasarnya, larangan ini berlaku jika Anda tidak dapat mengawasi bayi saat mengenakan bantal.

Karena itu dikhawatirkan nantinya wajah bayi akan tertekan bantal yang digunakan. Padahal, tulang leher bayi masih belum cukup kuat untuk membantunya memalingkan wajahnya.

Bantal juga dilarang digunakan untuk bayi jika mereka dapat menyebabkan reaksi alergi. Bantal mudah kotor dan tungau kutu. Sementara bayi masih sangat sensitif terhadap bulu, debu, dan sebagainya.

Selain itu, tingginya jumlah kasus sindrom kematian mendadak untuk bayi atau SIDS juga membuat beberapa dokter menyarankan orang tua untuk tidak memberikan bayi di bawah usia 1 tahun menggunakan bantal saat tidur.

Awasi Bayi Anda Saat Menggunakan Bantal
Tidak semua dokter berpikir bahwa bantal buruk untuk bayi. Karena jika Anda dapat memilih bantal yang cocok untuk bayi, maka itu sebenarnya tidak masalah.

Apalagi jika Anda mengawasi bayi sepanjang waktu saat menggunakan bantal. Bantal dapat digunakan untuk bayi tidur, asalkan Anda sebagai orang tua mengawasinya.

Jika Anda tidak dapat mengawasi, sangat dianjurkan untuk menjauhkan bantal dari bayi. Ini juga berlaku untuk malam hari. Selain memperhatikan posisi tidur bayi dengan bantalnya, Anda harus memilih bantal yang aman untuk bayi.

Bantal bayi dikatakan aman jika terbuat dari bahan pengisi yang memiliki risiko alergi rendah. Ini tentu saja mengingat kondisi bayi yang masih rentan alergi. Ketika bayi tertidur menggunakan bantalnya, cobalah untuk mengambilnya perlahan.

Pilih bantal yang dibungkus dengan penutup yang lembut dan halus. Jangan mengenakan bantal yang memiliki banyak rumbai, manik-manik, kancing dan hiasan tambahan lainnya.

Karena takut hiasan itu akan masuk ke mulut bayi. Sangat disarankan bagi Anda untuk tidak menggunakan bantal berbahan polyester. Karena bahan ini sangat mudah menyebabkan iritasi pada kulit bayi. Sebagai gantinya, pilih kain katun untuk sarung bantal.

Selain memilih bantal yang cocok untuk bayi, Anda juga harus memastikan jika tidak ada bagian bantal yang sobek. Jangan biarkan isian bantal keluar dan masuk ke mulut bayi.

Bantal adalah sarang kuman, keringat, debu, baby oil, dan sebagainya. Itu sebabnya Anda harus mencuci bantal bayi secara teratur. Jika Anda ingin meletakkan bayi dalam ayunan, jangan gunakan bantal. Karena dapat menyebabkan sesaknya bayi.

Jenis-jenis Bantal yang Aman untuk Bayi

Di kutip dari pink-polka.com Sebelum memberikan bantal kepada bayi, tentu Anda perlu tahu jenis bantal apa yang cocok untuk bayi. Bagi Anda yang penasaran, di bawah ini adalah 7 jenis bantal yang aman untuk bayi kesayangan Anda.

1. Bantal Tipis Biasanya orang dewasa akan lebih suka jika bantal tebal dan tinggi. Tapi untuk bayi, bantal tipis adalah pilihan terbaik. Bantal yang terlalu besar atau tebal membuat bayi kesulitan bernafas lebih besar. Bantal tipis juga memudahkan Anda untuk memberikan kenyamanan pada tubuh bayi. Bantal tipis juga meminimalkan kemungkinan bayi bangun karena bantal terlalu panas dan tebal.


2. Bantal polos Bantal yang cocok untuk bayi berikutnya adalah bantal polos. Tujuan dari bantal polos adalah agar bantal tidak ditambahkan pernak-pernik atau hiasan untuk dekorasi.

Karena hiasan itu bisa melukai tubuh bayi nanti. Kulit bayi masih sangat sensitif dan tipis, jadi Anda benar-benar perlu memastikan bahwa tidak ada hiasan dan ornamen di bantal bayi. Selain itu, kadang-kadang beberapa bayi alergi terhadap benda atau benda tertentu.


3. Bantal empuk Bantal yang cocok untuk bayi adalah bantal empuk. Bantal yang terlalu tinggi dan memiliki tekstur keras dapat membuat bayi tersedak. Jangan memilih bantal berbentuk U.

Karena bantal ini akan mempersulit bayi untuk memutar atau memalingkan kepala ketika ingin muntah. Inilah yang kemudian menyebabkan bayi tersedak karena muntahnya sendiri. Bantal bayi dapat menyebabkan sindrom kematian mendadak untuk bayi.


4. Bantal datar Selain tipis dan lembut, jenis bantal terbaik adalah bantal datar. Jangan memilih bantal yang tenggelam terlalu dalam. Karena bantal ini akan membuat bayi sulit memiringkan dan memutar kepalanya.


5. Bantal dengan isi kacang hijau Bantal jenis ini yang mengandung kacang hijau sangat baik diberikan kepada bayi. Karena bahan alami tidak akan memberikan efek samping berbahaya pada kepala bayi.

Lain halnya jika Anda menggunakan kapas atau isian lain yang bisa membuat bayi alergi atau merasa tidak nyaman. Bantal yang diisi kacang hijau ini memiliki manfaat baik untuk bayi.

Bantal ini akan memijat lembut kepala bayi sehingga aliran darah berjalan dengan lancar. Isinya yang tidak keras juga bisa membuat kepala bayi terbentuk dengan sempurna.


6. Bantal kapas Bantal yang terbuat dari katun cukup aman untuk bayi. Selain itu, bantal ini juga nyaman karena empuk pada kulit dan dapat menyerap keringat bayi dengan baik. Jadi tidak heran kalau banyak bantal bayi di pasaran saat ini yang menggunakan bahan katun sebagai bahan utamanya.


7. Bantal simetris Bantal yang cocok untuk bayi adalah bantal yang simetris mengikuti garis leher bayi. Bantal ini sangat bagus karena tidak akan membuat bayi peyang. Selain itu, bayi akan selalu merasa nyaman saat menggunakan bantal ini.

Bantal memang diberikan kepada bayi sehingga mereka merasa hangat dan nyaman. Selain itu, bantal juga bisa dijadikan pengaman bagi bayi agar kepalanya tetap aman saat istirahat. Guling dan bantal dapat melindungi posisi tidur bayi Anda.

Manfaat Bantal Bayi untuk Kesehatan

Bantal yang tepat dapat mendukung kesehatan bayi Anda. Bantal lembut dapat memperlancar sirkulasi darah ke otak. Selain itu, bantal juga bisa mengurangi risiko bayi mengalami kram di leher.

Tentu saja, Anda harus mengawasi bayi saat menggunakan bantalnya. Pastikan bantal yang digunakan tidak terlalu tinggi dan tidak keras. Karena bantal yang keras dan tinggi itu hanya akan membuat saraf leher bayi menjadi tegang.

Karena pada dasarnya, bantal yang cocok untuk bayi lembut, empuk, rata, tidak cekung, tidak halus dan polos. Bantal dan guling yang dibeli juga harus memiliki ukuran yang pas untuk bayi.

Intinya adalah bahwa bantal harus dapat menopang semua tulang belakang bayi dalam garis lurus ketika tidur miring. Bantal juga harus dapat menopang kepala bayi dengan baik dengan tetap menjaga kontur tulang belakang dan leher.

Beberapa bantal yang dibuat khusus untuk bayi juga memiliki manfaat menyempurnakan bentuk kepala bayi. Hanya saja Anda harus benar-benar pintar untuk memilihnya.

Ada baiknya juga berkonsultasi dengan dokter kandungan Anda terlebih dahulu mengenai bantal yang bagus untuk bentuk kepala bayi.

0 Response to "Tips Cara Memilih Bantal Bayi Yang Aman dan Nyaman"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel